Tat kala jendela siang terbuka
Lalu orang tua menengok kamar anaknya
Ia menyadari kini anaknya telah dewasa

Engkau anakku
Yang telah ku penuhkan iman dan ilmu
Yang telah ku penuhkan cinta dan kasih sayang
Yang telah ku penuhkan dengan berjuta makanan

Kini saatnya engkau mengenakan gaun malam
Penuh dengan melati pernak-pernik asesoris wewangian
Pada biduk sampan yang di kemudi seorang pemuda gagah
Pilihan hati  di tepi samudera rumah tangga kehidupan

Pada belaian kasih sayang  ayah bunda kau di hantarkan
Pada restu handai taulan yang bersungging senyuman
Pada keihlasan karib kerabat yang mengantarkan
Pada cekatan perias dan tetangga yang menguatkan kepercayaan

Di suatu pagi di hari yang indah ini
Di tempat yang suci
Di gaun yang harum mewangi
Di saksikan orang-orang yang terhormat dan mulia
Engkau di nikahkan di hantarkan menuju kehidupan berkeluarga

Bahtera di tepi pantai
Siap menyongsong laut biru
Menyusuri kehidupan baru

Mengikat janji
Merangkai hari
Bersama datangnya kekasih hati

Berderai air mata ayah bunda
Sebagai tanda haru dan bahagia

Lalu teringatlah kita pada segala pengorbanan hidupnya
Dalam suka dan duka
Dalam lapar dan kesusahan
Dalam belaian dan kasih sayangnya

Selamat datang hari baru
Selamat datang pengantin baru

Insya Allah Tuhan meridhoi segenap kehidupanmu
Begitulah doa yang tiada di kata ayah bunda kita
Sungguh alangkah mulianya mereka